Jumat, 05 November 2010

SEJARAH DAN MAKNA BUNGA

Pada awal blog ini, ada baiknya kita membahas sejarah sebuah bunga karena pasti tidak banyak yang tahu asal-usul dari bunga ini.

Bunga biasanya kita bisa temukan di berbagai acara terutama pada acara pernikahan. Selain untuk dekorasi ruangan, bunga-bunga ini ternyata memiliki sebuah makna dan sejarah. Kita mulai dari negara Thailand, di negeri gajah putih ini ibu sang pengantn pria dan wanita berjalan bersama menuju altar untuk mengalungkan karangan bunga atau Puang Malai di bahu kedua pengantin. Hal ini sebagai simbol keberuntungan dalam kehidupan kedua pengantin. 

Masih sebagai simbol keberuntungan, pengantin pria di Swedia dan Denmark pada hari pernikahannya diharuskan membawa tumbuhan rempah berbau kuat seperti bawang putih,bawang daun, rosemary yang dimasukan ke dalam kantung kecil lalu diselipkan ke dalam pakaian. Berbeda dengan di Roma, tanaman seperti bawang putih, bawang daun, dan rempah-rempahan lainnya wajib dibawa oleh sang pengantin wanita sebagai tanda kesetiaan dan kesuburan serta menjauhkan dari roh jahat.
ballon_wedding_belle_1
Tanaman herbal di daerah Timur Tengah pun memiliki andil dalam sebuah pernikahan. Tanaman herbal pahit, bernama artemisia akan disisipkan pada wedding bouquet sang pengantin. Tanaman pahit ini sebagai simbol agar sang pengantin tidak hanya dapat melalui moment manis tetapi juga pahit dalam kehidupan rumah tangganya.
wedding_bouquet_belle_2

Di India, saudara pengantin pria akan melemparkan kelopak bunga pada kedua pengantin di upacara pernikahan sebagai penolak bala dan jauh dari gangguan setan. Sedangkan di Yunani, pengantin wanita akan membawa karangan bunga ivy sebagai simbol cinta yang tidak pernah berakhir.
Mawar identik dengan wedding flowers dan sering dijadikan wedding bouquet, hal ini pertama kali dipopulerkan pada jaman Victorian. Mawar pada masa ini dijadikan simbol cinta sejati. Dan pada jaman Victoria, sang pengantin wanita akan melemparkan wedding bouquet pada teman-temannya dengan maksud agar mereka selalu berada dalam keselamatan dan menularkan keburuntungannya. Jika seorang wanita single yang menerima karangan bunga ini, maka ia yang akan menikah selanjutnya. Tradisi ini sampai sekarang masih populer.
Dalam sebuah pernikahan Ortodoks Yunani, mahkota bunga jeruk secara tradisional dibuat untuk pengantin. Bahkan terkadang mahkota ini disesuaikan dengan motif gaun sang pengantin. Bunga-bunga ini melambangkan keperawanan dan kesucian karena bunga ini berwarna putih, rapuh, dan memancarkan aroma lembut serta manis.
Selain untuk acara pernikahan bunga juga sering digunakan untuk acara persembahyangan. Bunga memang merupakan suatu benda yang dapat memiliki banyak makna di setiap keberadaannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar